Film bergenre fantasi yang rilis pada tahun 2018 ini berjudul I KILL GIANTS ( Pembunuh Raksasa ) bercerita tentang seorang bocah perempuan yang bernama Barbara Thorson, ia lari dari kenyataan pahit tentang hidupnya. Barbara kerap kali dijauhi bahkan dibully oleh teman-temannya, ditambah Barbara juga tidak bisa menerima kenyataan pahit tentang ibunya yang sakit parah dan akan segera meninggal.
Menurut gue film ini bagus banget buat ditonton karena memiliki nilai-nilai kehidupan didalamnya, sampai-sampai gue pun kategorikan film ini sebagai film terbaik yang pernah gue tonton selama ini. Berbeda dengan film-film lainnya yang menceritakan tentang petualangan epik, sihir, maupaun aksi atau cerita tentang sosok kepahlawanan, film yang satu ini jelas berbeda.
Diawal nonton biasa-biasa aja dan gue pikir seperti film kebanyakan jalan ceritanya, intinya nanti si Barbara ini bakalan ketemu sama raksasa yang ia cari kemudian dia bakal ngebunuh tuh raksasa tsb. Tapi ternyata gue salah, sebenernya gak pernah ada raksasa dalam film ini dan semua yang dia lakukan itu hanyalah khayalan atau imajinasinya saja.
Raksasa yang Barbara maksud itu sebenernya hanyalah perwujudan dari rasa takut, benci, serta amarah yang terpendam dalam dirinya yang mana Barbara sendiri tak bisa menerima kenyataan akan kehidupan yang harus ia jalani. Barbara dibimbing oleh seorang psikiater di sekolahnya, kemudian Barbara ketemu ama seorang anak baru di sekolah namanya Sophia. Sophia amat heran dengan tingkah laku Barbara yang aneh dan akhirnya mereka pun mulai saling mengenal.
Ini film bener-bener saddd, apalagi di akhir cerita banyak memberi pesan kehidupan. Kalo dipikir-pikir cerita hidup si Barbara di film ini sama ya kayak gue, makanya gue tersentuh liat nih film walaupun pertama kali nonton itu di TV lewat file di flashdisk dan kualitasnya pun masih burik waktu itu.
Meskipun gue liat banyak yang gak suka dengan nih film terutama diantara temen-temen gue, mungkin diantara mereka cuma gue aja kali yah yang suka dengan ini film, hmmmm.
Padahal sebetulnya ini film sangat bagus sekali loh buat ditonton, bagi yang belum nonton gue saranin untuk nonton dan jangan di skip skip.
Kepikiran terus sama nih film menceritakan kehidupan Barbara yang gak jauh beda kayak gue, gue yang selalu banyak menghindar dari berbagai masalah dan bersikap bodo amat, kepahitan hidup gue yang gak terlalu berbeda dengan Barbara.
Semua hampir sama kayak gue, entah itu Barbara yang menjalani kehidupan pahitnya, Barbara yang tak bisa nerima kenyataan, Barbara yang selalu dijauhi teman-temannya, ataupun Barbara yang takut menghadapi kenyataan, dan ia malah menghindar dengan lari kepada hal-hal yang tak nyata, khayalan juga imajinasi pikirannya sendiri yang dibuat-buat.
Bisa disimpulkan kalau gue dan Barbara itu gak jauh beda, gue yang juga ngejalani kehidupan pahit gak jauh beda sikapnya kayak Barbara, melampiaskan kepada hal yang tak nyata.
Ternyata film yang diadopsi dari novel ini ngundang perhatian gue, karna pesan kehidupan yang terasa nyata didalam film ini, bisa gue rasakan tentunya karena semua itu pernah gue alami dan rasakan sendiri dalam kehidupan ini.
