Buku hitam pembunuh manusia, apalagi lah kalau bukan Death Note.
Jadi seperti pada postingan sebelumnya, death note ini bisa membunuh seseorang hanya dengan cukup mengetahui nama dan wajahnya, lalu kemudian menulis namanya di buku maka dia akan mati ( 40 detik setelah menulis nama ).
Kita pun bisa mengatur waktu kematian korban, misal mati 3 hari kemudian atau seminggu kemudian dan batas waktunya hanya sampai 23 hari saja.
Sungguh mengerikan, karena untuk mengetahui nama asli dan wajah seseorang sangatlah mudah. Apalagi sekarang data tsb sudah bisa didapatkan dari media sosial maupun kartu dan tanda pengenal.
Bisa-bisa semua jadi sasaran empuk dan bahan uji coba buku ini, mestikah gue uji coba death note yang gue punya ini?? bingung juga
Mungkin gue uji coba dulu aja buku ini ke temen-temen kelas gue ya hehehe, apalagi yang suka berisik kalo di kelas boleh tuh namanya ditulis.
Ataukah gue tulis aja nama guru biar nanti kagak ngajar terus ke kelas.
Ehhh tapi kok Pak Hendra sih, kan dia orangnya baik. Malahan dia ngasih motivasi ke gue yang suka nge-blog ini, ''Sabar, tawaqal dan good luck!'' kata Pak Hendra di komentar status FB gue.
Semangat juga buat bapak ngehadepin anak-anak yang nakal di sekolah ckckck.
Ya mau gimana lagi, enggak jadi gue nulis nama Pak Hendra di buku death note, soalnya dia orangnya baik dan pengertian ama gue
Untunglah belum sampai selesai nulis namanya, kalo terlanjur ditulis nama lengkapnya di buku kan bahaya.
Pertama, gue merasa bersalah karena uda menghilangkan nyawa seorang guru yang baik hati.
Kedua, untung kalo gak ada yang tau, kalo ketahuan bisa-bisa bukunya dirampas dan gue ditangkap polisi. Kemungkinan besar gue juga akan di hukum mati kayak si Light.
Juga karena penggunaan death note itu sendiri adalah sebuah kesalahan, apapun alasannya membunuh tetaplah salah.
Jadi, apakah buku ini harus gue musnahkan?
Ya untuk sementara buku ini gue simpen aja dulu, mungkin suatu saat akan teungkap sendiri maksud dari penciptaan buku ini.


